Pengkabelan

CABLING



Daftar istilah :

1. Horizontal kabel = menghungkan host/computer ke 1 wiring closet (antara cross – connect panel di satu wiring closet) sering menggunakansebagai 100 ohm , 4 pair, UTP, solid conductor cable, ditentukan dalamstandart ANSI/TIA/EIA – 568 untuk komersial bangunan.




2. Backbone kabel = kabel yang menghubungkan wiring closet satudengan wiring closet yang lain atau pusat connettion point dapat menggunakan100 ohm UTP , 62.5/125 – micron atau 50/125 – micron multimode fiber optic, atau 8.3/125 – micron singlemode fiber optic. menyediakan koneksi antara main distribution area, horizontal distribution area, dan merupakan entrance area. Sistem pengkabelan backbone terdiri dari kabel backbone, main cross-connect, horizontal cross-connect, terminasi mekanikal, dan patch cord (jumper) yang digunakan untuk koneksi silang backbone-to-backbone.



3. Conduit = pelindung kabel berbentuk pipa atau kotak melindungisepanjang kabel. Dapat terbuat dari material metal ataupun plastik. Yang terbuat dari metal bersifat kaku , sedangkan yang terbuat dari plastik bersifatfleksibel / lentur. Conduit terbentang antara area kerja menuju wiring closet. Dalam pengisian kabel , harus disisakan ruang kosong dalam conduit sebesar 40% dari kapastitas conduit. Dapat dipakai di rute horizontal cable ataupun backbone cable. Cable tray sebagai alternatif dari conduit . Mempunyai fungsi yang sama dengan conduit. Berbentuk seperti rak yang menopang kabel dan membentuk jalur. Perbedaan antara conduit dengan cable tray adalah jika cable tray adalah conduit yang mempunyai rongga sehingga memudahkan untuk penggantian kabel apabila ada kerusakan.


4. Wiring Closet = tempat dimana jaringan dimulai . Semua kabel akan bermuara di wiring closet . Terletak disebuah tempat dimana semua kabel terkumpul. Wiring closet yaitu sebuah ruangan kecil yang biasanya ditemukan pada bangunan kelembagaan seperti sekolah dan kantor, di mana sambunganlistrik dilakukan. Sedangkan yang digunakan untuk berbagai tujuan, penggunaan yang paling umum adalah untuk jaringan komputer. Banyak jeniskoneksi jaringan untuk menetapkan batas jarak antara peralatan end-user seperti PC , akses perangkat pada jaringan, seperti router. Pembatasan inimungkin memerlukan beberapa wiring closet di setiap lantai gedung besar. Penempatan wiring closet juga sangat penting agar jaringan dapat terkoneksitanpa masalah.



5. Wall plate = penanaman kabel di dalam dinding agar pengkabelan menjadi lebih rapih, dan mungkin tidak mudah putus karna kurang kemungkinan terkait oleh kawat atau benda di sekitarnya.










6. Kabel Tray = sebuah atau serangkaian barang beserta dengan aksesoris penunjang pemasangannya, yang membentuk sebuah struktur untuk mengikat dan menunjang instalasi kabel ( kabel listrik, kabel data, kabel telepon, dll) . Hal ini selain memberikan tambahan perlindungan kepada instalasi kabel tetapi juga mempermudah dalam pemeliharaannya.




7.  Plenum rating = nilai yang diberikan pada kabel dengan lapisan khusus yang jika terbakar akan menghasilkan bahan berbahaya di udara lebih sedikit. Hal ini dimaksudkan pada kondisi buruk saat terjadi kebakaran. Tipe kabel ini biasanya lebih mahal daripada kabel standar “riser”. Oleh karena itu, sebelum memulai instalasi kabel, ada baiknya Anda memeriksa kondisi bangunan untuk menentukan apakah kabel Plenum Rated Cable harus digunakan.
8. Riser = aksoseris cable tray atau ladder tetapi fungsinya adalah untuk sambungan kebawah plafon atau gedung bila mana ada penurunan. 












Share this

Previous
Next Post »