Subnetting

Subnetting:

·           Jika pada masing-masing kelas IP (A/B/C) subnetmask sebuah IP address host tidak default, maka berarti terdapat subnet pada network dimana IP berada. Tepatnya, jumlah bit network pada subnetmask tersebut lebih dari jumlah bit netwok pada subnetmask defaultnya.
·           Jikalau IP nya kelas B, subnetbitnya adalah 4. Subnetmask 255.255.240= /20.√®Jumlah subnetwork yang terdapat pada subnetting sama dengan 2 pangkat jumlah bit subnet. Contoh dari subnetmask 255.255.240.0

Bit subnet = 20 – 16 = 4 (dimana 16 adalah /16 sebagai default subnetmask kelas B) .Dengan         demikian, jumlah subnetwork = 2 pangkat 4 = 16 buah. Catatan, menurut ketentuan Internasional (CISCO) . jika IP tersebut termasuk IP Internet, maka Jumlah subnetwork harus dikurangi 2. Mengapa? Karena tidak boleh subnetwork yang Terbentuk berimpit dengan IP network induk atau IP broadcast induk (maksudnya induk adalah default).

·           Jumlah IP host dari sebuah subnetwork sama dengan 2 pangkat jumlah bit host yang diperoleh dari subnetmask yang digunakan. Misalnya sebuah IP menggunakan subnetmask 255.255.255.192, maka subnetmask tersebut dapat ditulis menjadi /26. Jumlah bit host dihitung dari /32 – /26 = 6. Enam adalah jumlah bit host. Jadi, jumlah IP host pada subnetwork di atas sebanyak 2 pangkat 6 dikurangi 2 sama dengan

Share this

Previous
Next Post »